Rabu, 31 Oktober 2012

PENGUKURAN TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH DALAM TUBUH


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Hipertensi dan Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan penanggulangan yang baik. Hipertensi merupakan penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah, seseorang dikatakan hipertensi apabila memiliki tekanan darah > 140/90 mmHg (1).
Beberapa pasien yang menderita hipertensi mengeluh sakit kepala, pusing, lemas, sesak nafas, kelelahan, mual, muntah, epistaktis, kesadaran menurun, kelemahan otot atau perubahan mental. Keadaan ini memerlukan pemantauan secara berkesinambungan oleh keluarga maupun petugas kesehatan untuk meminimalkan komplikasi yang dapat terjadi akibat hipertensi yang tidak terkontrol. Data World Hypertention League Brochure (2003) menunjukkan bahwa penderita hipertensi di dunia lebih dari 1,5 miliar jiwa, penggunaan garam yang berlebih menjadi faktor utama dalam meningkatkan tekanan darah, berdasarkan laporan dari University of Aucland New Zealand menunjukkan lebih dari 80% penyakit hipertensi terjadi di Negara berkembang termasuk Indonesia (1).
Hipertensi sering merupakan kondisi asimptomatik. Penemuan kasus secara dini akan sangat membantu dalam tindakan penatalaksanaan dan sebagai upaya untuk mencegah kerusakan/kecacatan lebih lanjut. Salah satu cara yang paling tepat untuk dapat menegakkan diagnosa hipertensi adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah, baik secara langsung maupun tidak langsung (1).  
Sedangkan Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang perlu mendapat perhatian karena banyak komplikasi-komplikasi yang ditimbulkannya dan merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup. DM juga sering dikenal dengan nama kencing manis atau penyakit gula. DM merupakan gejala yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan lukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relative (2).
Di Indonesia, jumlah penyandang DM semakin tahun semakin menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi. Pada tahun 2000, jumlah penyandang di Indonesia sebanyak 8,4 juta jiwa dan diperkirakan akan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 nanti. Hal tersebut mengakibatkan Indonesia berada pada peringkat ke empat jumlah penyandang DM di dunia setelah Amerika serikat, India, dan Cina menurut Reputrawati dalam Hans (2008) (3).
Tingginya prevalensi di Indonesia, dan perkiraan adanya peningkatan di tahun-tahun mendatang menyebabkan perlunya antisipasi dan tindakan segera dalam penatalaksanaan DM. Biaya penanganan DM sangat mahal, diagnosa dini adalah satu-satunya cara untuk mengendalikan penyakit kronis ini. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan yaitu mengukur kadar gula darah dalam tubuh untuk mendeteksi penyakit tersebut (3).
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka pada kegiatan ini akan dilakukan bagaimana cara mengukur tekanan darah dan kadar gula darah dalam tubuh seseorang dan mencegah faktor risiko penyakit serta mempertahankan agar tekanan darah dan kadar gula darah tersebut tetap normal.

       B.  Tujuan Kegiata
                  1.  Tujuan Umum
      Untuk melakukan cara pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah pada responden di kalangan dosen dan staff administrasi  
2. Tujuan Khusus 
a.       Untuk mengetahui tekanan darah dan kadar gula darah dalam tubuh responden.
b.      Untuk mengetahui cara diagnosis dini dari penyakit hipertensi dan DM.
c.    Untuk mengetahui cara mencegah penyakit hipertensi dan DM serta mempertahankan tekanan darah dan kadar gula darah normal.
d.   Untuk mengetahui persebaran penyakit hipertensi dan DM di kalangan dosen dan staf administrasi Prodi Kesehatan Masyarakat.
   
          C. Manfaat Kegiatan 
               1.  Bagi Peneliti
a.       Dapat mengetahui cara pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah dalam tubuh.
b.  Dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kepada penulis tentang bagaimana cara mengetahui deteksi dini penyakit melalui tekanan darah dan kadar gula darah dalam tubuh.
c.  Dapat memberikan gambaran dan informasi kepada responden tentang hasil dari kegiatan pengukuran serta saran terkait masalah.
2            2.  Bagi Responden
Dapat mengetahui tekanan darah dan kadar gula darah dalam tubuh yang dapat digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui adanya penyakit hipertensi atau Diabetes Mellitus serta mendapat masukan/saran dalam hal mencegah dan menanggulangi permasalahan yang muncul dari hasil pengukuran yang diperoleh.



BAB II
METODOLOGI

A.    Objek Kegiatan
Objek kegiatan yang diambil adalah dari kelompok dosen dan staf administrasi PSKM FK Unlam. Adapun sampel yang diambil adalah salah satu dosen PSKM berinisial D yang berjenis kelamin perempuan.

B.     Instrumen Kegiatan
Dalam kegiatan ini instrument atau peralatan yang digunakan untuk pengambilan data beserta pendukungnya adalah:
a.       Stetoskop, yaitu alat untuk mendengar detak jantung.
b.      Spygmomanometer jarum, yaitu alat untuk mengukur tekanan darah dalam tubuh.
c.       Blood Glucose Test Meter, yaitu alat untuk mengukur kadar gula darah dalam tubuh.
d.      Alkohol digunakan untuk sterilisasi.
e.       Kapas digunakan untuk mengoleskan alkohol dan membersihkan darah.
f.       Lembar isian data dan alat tulis.
g.   Kuesioner digunakan untuk mengetahui identitas responden yang meliputi nama, kondisi kesehatan serta mengetahui aktivitas responden.

C.    Prosedur Kegiatan
            Prosedur yang dilakukan dalam kegiatan ini melalui tahap-tahap sebagai berikut: 
              1. Pengukuran Tekanan Darah
a.       Mempersiapkan lembar isian data objek kegiatan dan hasil pengukuran.
b.      Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk pengukuran.
c. Memperkenalkan diri, menyerahkan surat pengantar kegiatan, dan meminta persetujuan responden.
d.      Mempersilahkan responden untuk menggulung lengan baju dan mengusahakan responden dalam posisi relaks.
e.  Membalutkan manset spygomomanometer dengan kencang dan lembut pada lengan atas responden.
f.     Meraba pembuluh darah arteri radialis pada pergelangan tangan responden untuk menentukan tekanan maksimal pemompaan tekanan darah.
g.      Menutup skrup spygomomanometer kemudian memompa tekanan dalam manset sampai denyut radial menghilang. Hilangnya denyutan menunjukkan bahwa tekanan sistolik darah telah dilampaui dan arteri brakialis telah ditutup. Manset dikembangkan lagi sebesar 20-30 mmHg di atas titik hilangnya denyutan radial.
h.   Mengempiskan manset secara perlahan, dan dilakukan pembacaan secara auskultasi untuk mengukur tekanan diastolik dan sistolik secara akurat, serta palpasi yang hanya dapat mengukur tekanan sistolik.
i.        Meraba pembuluh darah arteri brakhialis pada lengan atas. Mengauskultasi tekanan darah, ujung stetoskop yang berbentuk corong atau diafragma diletakkan pada arteri brakhialis.
j.        Memompa manset sampai patokan yang sudah didapat sebelumnya dan mengempiskan manset dengan kecepatan 2-3 mmHg per detik, sementara kita mendengar awitan bunyi berdetak , yang menunjukkan tekanan darah sistolik sampai tekanan dalam manset turun di bawah tekanan diastolik  dan pada titik tersebut bunyi akan menghilang.
k.   Setelah hasil diketahui, kita dapat mencatat hasil dan memberitahukan hasilnya kepada responden.
l.        Mempersilahkan responden untuk merapikan lengan bajunya dan memberikan masukan/saran terhadap hasil yang didapat.
m.    Mewawancarai responden untuk pengisian kuesioner.
  
              2. Pengukuran Kadar Gula Darah
a.       Mempersiapkan lembar isian data objek kegiatan dan hasil pengukuran.
b.      Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk pengukuran.
c.       Meminta persetujuan responden dan menanyakan jari mana yang bersedia untuk diperiksa.
d.      Mengoleskan alkohol pada jari yang diperiksa, mengurut jari agar darah terkumpul di ujung jari.
e.    Mengeluarkan setetes darah dari jari dengan menggunakan alat tusuk kemudian memencet jari untuk memperoleh tetesan darah yang diperlukan.
f.      Menanamkan tetesan darah pada celah dari kertas strip yang terpasang pada Blood Glucose Test Meter. Jangan lupa membersihkan darah responden yang masih keluar.
g.     Membaca hasil dan memberitahukan hasil kepada responden serta dapat member masukan/saran terhadap hasil yang didapat.
h.      Mewawancari responden untuk pengisian kuesioner.
i.        Merapikan alat, membuang alat yang telah digunakan (jarum, kapas, kertas strip).

D.    Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Data dalam kegiatan ini merupakan data primer yang diperoleh melalui pemeriksaan langsung terhadap responden berupa pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah serta dengan metode wawancara dengan menggunakan kuesioner.

E.     Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat, 11 Mei 2012 di ruangan kantor PSKM Fakultas Kedokteran UNLAM, Banjarbaru.


BAB III
PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengamatan dan Pengukuran
Dari hasil pengamatan dan pengukuran responden didapat hasil tekanan darah 100/60 mmHg dan kadar gula darah 91 mg/dL. Adapun hasil kuesioner yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1.      Tinggi badan  158 cm dan berat badan 55 kg.
2.     Dalam keluarga responden tidak terdapat riwayat keluarga dengan hipertensi, DM, ataupun penyakit lain seperti serangan jantung, stroke, penyakit ginjal.
3.  Responden tidak sering melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dalam seminggu dan tidak merokok.
4.      Responden mengkonsumsi sayur dan buah serta gula pasir 2-3 sendok makan (sdm) setiap hari.

B.     Analisis
Berdasarkan pengamatan dan pengukuran yang telah dilakukan peneliti terhadap responden didapatkan hasil pengukuran tekanan darah sebesar 100/60 mmHg yaitu di bawah batas tekanan darah normal 120/80 mmHg yang berarti tekanan darah responden normal. Batasan tekanan darah bagi orang dewasa berdasarkan tekanan sistolik dan diastolik seperti pada tabel 3.1. sebagai berikut (4):
Tabel 3.1. Level Tekanan Darah Dewasa
Kategori
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Normal
< 120
<80
Prehipertensi
120-139
80-89
Hipertensi
140 atau lebih
90 atau lebih

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah terdiri dari faktor risiko yang dapat dihindari dan faktor risiko yang tidak dapat dihindari. Faktor risiko yang dapat dihindari yaitu obesitas, konsumsi garam berlebih, merokok, kopi, dan alkohol. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dihindari yaitu faktor genetik (5).
Data yang didapat dari kuesioner menunjukkan bahwa keluarga responden tidak mempunyai riwayat hipertensi ataupun riwayat penyakit lain seperti serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, dan Diabetes Mellitus. Tekanan darah dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan kegiatan sehari-hari, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah saat beristirahat. Aktivitas kerja responden setiap harinya adalah mengajar yang termasuk dalam kategori ringan. Shift kerja responden terjadwal dengan jam kerja yang dimulai dari pagi sampai siang. Responden juga tidak sering berolahraga dalam seminggu.
Hal terpenting yang mempengaruhi tekanan darah adalah gizi seimbang dari makanan yang dikonsumsi. Tekanan darah responden yang normal berhubungan dengan kebiasaan responden yang mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Berikut adalah komposisi makanan yang dianjurkan (8):


Asupan garam (Natrium Chlorida) dapat meningkatkan tekanan darah.   Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan asupan natrium + 1,8 gram/hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik 4 mmHg dan diastolik 2   mmHg pada penderita hipertensi dan penurunan lebih sedikit pada individu   dengan tekanan darah normal. Respon perubahan asupan garam terhadap tekanan darah bervariasi diantara individu yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan juga faktor usia. Disarankan asupan garam < 6 gram sehari atau kurang dari 1 sendok teh penuh (8).
Keadaan pikiran juga berpengaruh terhadap tekanan darah sewaktu dilakukan pengukuran, begitu juga ukuran tubuh. Apabila mempunyai ukuran tubuh yang termasuk obesitas memungkinkan terjadinya peningkatan tekanan darah. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui tinggi badan 158 cm dan berat badan 55 kg sehingga didapat hasil Indeks Massa Tubuh (IMT) responden adalah 22,08 yang termasuk dalam kategori normal dan tidak berisiko untuk mengalami peningkatan tekanan darah karena berat badan berlebihan cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi daripada mereka yang kurus. Hal ini disebabkan karena tubuh orang yang memiliki berat badan berlebih harus bekerja lebih keras untuk membakar kelebihan kalori yang mereka konsumsi. Sebagian lainnya karena mereka cenderung mengkonsumsi garam yang lebih banyak (5).
Dari berbagai penelitian lain juga membuktikan bahwa kenaikan berat badan memang dapat meningkatkan tekanan darah dan terjadinya hipertensi, walaupun pada program penurunan berat badan. Penurunan tekanan darah dapat terjadi sebelum tercapai berat badan yang diinginkan. Penurunan sistolik dan diastolik rata-rata per kg penurunan berat badan adalah 1,6/1,1 mmHg. Sehingga dianjurkan untuk selalu menjaga berat badan normal, untuk menghindari terjadinya hipertensi (8).
Pengukuran kadar gula darah responden menunjukkan hasil sebesar 91 mg/dl (kadar gula darah sewaktu). Berdasarkan tabel 3.2 hasil kadar gula darah responden termasuk kadar gula darah normal karena kurang dari 140 mg/dL. Kriteria penegakan diagnosis Diabetes Mellitus seperti pada tabel 3.2 sebagai berikut (6) :
Tabel 3.2. Kriteria Penegakan Diagnosis Diabetes Mellitus

Glukosa Plasma Puasa
Glukosa Plasma 2 jam setelah makan
Normal
< 100 mg/dl
<140 mg/dl
Pra-diabetes
IFG atau IGT
100-125 mg/dl
-
-
140-199 mg/dl
Diabetes
> 126 mg/dl
> 200mg/dl

 Keadaan ini didukung dengan data yang didapat dari kuisioner bahwa responden tidak mempunyai riwayat keluarga DM dan tidak merokok. Responden juga mengkonsumsi sayur atau buah dan tidak terlalu banyak mengkonsumsi gula pasir setiap harinya. Akan tetapi, responden jarang beraktivitas fisik setiap minggunya. Aktivitas fisik berhubungan dengan pengeluaran dan pemasukan energi/kalori. Pemasukan energi/kalori yang berlebihan tanpa diseimbangkan dengan pengeluaran dapat mengakibatkan kegemukan yang merupakan salah satu faktor risiko DM. Responden juga tidak termasuk obesitas sesuai dengan perhitungan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Banyak metode yang dapat dilakukan untuk menentukan kriteria obesitas pada seseorang, Salah satunya adalah pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT dihitung dengan menggunakan rumus (7) :
 
 IMT = Berat badan (kg) / Tinggi badan (m)2

Klasifikasi IMT menurut WHO tahun 2004 yaitu ada 6 kategori. IMT <18,5 maka dikatakan kurus (underweight) dengan tingkat risiko rendah. IMT 18,5-24,9 dikatakan berat badan normal dengan tingkat risiko rata-rata. IMT 25-29,9 dikatakan berat badan berlebih (overweight) dengan tingkta risiko meningkat. IMT 30-34,9 dikatakan obesitas kelas 1 dengan tingkat risiko sedang. IMT 35-39,9 dikatakan obesitas kelas 2 dengan tingkat risiko berbahaya. Sedangkan IMT ≥ 40,0 dikatakan obesitas kelas 3 (obesitas morbid) dengan tingkat risiko sangat berbahaya (7).
Perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) responden, sebagai berikut:
IMT = berat badan (kg) / tinggi badan (m)2
IMT = 55 / (1,58)2
IMT = 55 / 2,49
IMT = 22,08

Dari hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa IMT responden termasuk dalam kategori normal karena berada di antara IMT 18,5-24,9 dan tidak berisiko mengalami Diabetes Mellitus.
Pola makan sehat bertujuan untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan ideal, sehingga dianjurkan untuk menyeimbangkan asupan kalori  dengan kebutuhan energi total dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi dan makanan yang memiliki kandungan gula dan lemak tinggi. Menu seimbang dapat disusun berdasarkan perhitungan angka kecukupan gizi (AKG) dan aktivitas responden. AKG setiap individu akan berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing. Untuk mengukur AKG bagi orang dewasa secara cepat, kebutuhan kalori/energi dapat menggunakan rumus sebagai berikut (9):
Tabel 3.3. Rumus Angka Kecukupan Gizi
Jenis Kelamin
Angka Kecukupan Gizi (Kkal/hari)
Ringan
Sedang
Berat
Laki-laki
1,56 x BMR
1,76 x BMR
2,10 x BMR
Perempuan
1,55 x BMR
1,70 x BMR
2,00 x BMR

Prinsip untuk menentukan Angka Kecukupan Energi didasarkan pada pengeluaran energi dimana komponen Basal Metabolic Rate (BMR) merupakan komponen utama. Nilai BMR ditentukan oleh berat dan susunan tubuh serta umur dan jenis kelamin. Secara sederhana nilai BMR dapat ditaksir berdasarkan rumus regresi linier sebagai berikut (9): 
 Tabel 3.4. Rumus Nilai BMR
Kelompok Umur (tahun)
BMR (Kkal/hari)
Laki-laki
Perempuan
0-3
60,9 BB + 54
61,0 BB + 51
3-10
22,7 BB + 495
22,5 BB + 499
10-18
17,5 BB + 651
12,2 BB + 746
18-30
15,3 BB + 679
14,7 BB + 496
30-60
11,6 BB + 879
8,7 BB + 829
>60
13,5 BB + 487
10,5 BB +596

Contoh menu seimbang untuk mempertahankan tekanan darah normal dan kadar gula normal pada seorang perempuan berumur 23 tahun, tinggi badan 158, berat badan 55 kg, tekanan darah 110/60 mmHg, kadar gula darah 91 mg/dL, aktivitas ringan dan IMT 22,08 dapat disusun berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG), perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut :
BB Ideal = (TB – 100) – 10% (TB – 100)
                = (158 – 100) – 10% (158 – 100)
                = 52,2
 Jadi, kebutuhan energi perempuan tersebut adalah:
BMR = (14,7 BB) + 496
          = (14,7 x 55) + 496
          = 1304,5
AKG = 1,55 x BMR
          = 1,55 x 1304,5
          = 2021,975 Kkal
Total kalori yang dibutuhkan dalam sehari adalah 2021,975 Kkal.
Kebutuhan karbohidrat   : 65% x 2021,975 = 1314,28 Kkal = 328,57 gram
Kebutuhan protein           : 20% x 2021,975 = 404, 395 Kkal = 101,1 gram
Kebutuhan lemak                        : 15% x 2021,975 = 303,29 Kkal = 33,69 gram
Berdasarkan perhitungan di atas, menu makan dapat disusun dengan pembagian makanan sehari yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.5. Daftar Menu Makan yang Dianjurkan
Pembagian Makanan Sehari
Bahan Makanan
Berat (gram)
URT
Pagi : Nasi
          Telor ayam/susu skim
          Tempe/tahu
          Sayuran
Jam 10.00:
          Buah

Siang: Nasi
           Daging/ayam
           Tempe/tahu
           Sayuran
           Buah
           Minyak untuk menggoreng
Jam 16.00:
           Buah

Malam:
          Nasi
          Ikan
          Tempe/tahu
          Sayuran
          Buah
          Minyak uttuk menumis
100
55/45
50
100

100

100
50
50
100
100
15

200


100
50
50
100
150
15
¾ gls
1btr/3 sdk mkn
1 ptg
1 gls

1 ptg besar

¾ gls
1 ptg
1 ptg
1 gls
1 ptg bsr
1 sdm

2 ptg besar


¾ gls
1 ptg
1 ptg
1 gls
1½ ptg bsr
1 sdm

Sayuran yang boleh dikonsumsi adalah sayuran dengan kandungan kalori rendah seperti oyong, ketimun, kol, labu air, labu siam, lobak, sawi, rebung, selada, toge, terong dan tomat (9).
Dari pengamatan dan pengukuran yang dilakukan oleh kelompok, didapat hasil persebaran penyakit hipertensi dan DM pada responden di kalangan dosen dan staff administrasi yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.6. Hasil Persebaran Penyakit Hipertensi dan DM di Kalangan Dosen dan Staff Administrasi
No
Inisial Nama
Jenis kelamin
Jenis Pekerjaan
Umur  (tahun)
Tekanan darah (mmHg)
Kadar gula dalam darah (mm/dl)
1
S
Perempuan
Administrasi PSKM
35
120/80
107
2
D
Perempuan
Dosen PSKM
23
110/60
91
3
I
Perempuan
Pegawai perpustakaan
54
140/90
102
4
D
Perempuan
Pegawai perpustakaan
39
100/70
128
5
A
Perempuan
Dosen PSKM
22
110/70
98
6
N
Perempuan
Dosen PSKM
27
110/70
92
7
R
Perempuan
Pegawai perpustakaan
30
100/70
100
8
R
Perempuan
Administrasi PSKM
24
110/90
135
9
A
Laki-laki
Staff PSKM
30
100/80
51

Berdasarkan tabel, dapat dijabarkan responden yang menderita hipertensi hanya 1 orang (11,1%), prehipertensi 1 orang (11,1%), dan normal 7 orang (77,7%). Sedangkan responden yang menderita DM tidak ada (100%) karena semua kadar gula responden normal.

C.    Solusi dan Rekomendasi
Dari hasil pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah responden diketahui bahwa responden mempunyai tekanan darah normal dan kadar gula darah normal. Solusi dan rekomendasi yang dapat diberikan untuk mengatasi tekanan darah rendah yaitu dengan melakukan kegiatan fisik dan olahraga teratur 2-3 kali seminggu sekurangnya 30 menit setiap kali olahraga atau setiap hari jalan kaki untuk meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses menua. Beberapa aktivitas yang penting dilakukan seperti waktu istirahat atau tidur yang cukup, hiburan dan penyaluran hobi yang seimbang dengan tugas dan kewajiban (8).
Mempertahankan tekanan darah ideal pada 120/80 mmHg perlu menjadi perhatian tidak saja bagi penderita hipertensi atau hipotensi melainkan juga oleh setiap orang. Dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi alkohol atau bahan makanan yang mengandung alkohol karena dapat meningkatkan tekanan darah. Disamping itu alkohol juga dapat menyebabkan kecanduan. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur minimal 2 minggu sekali sangat perlu dilakukan, hal ini dimaksudkan untuk mengontrol tekanan darah dan mempertahankan tekanan darahnya dalam ambang batas normal. Tekanan darah   tinggi tidak dapat di turunkan hingga normal seperti semula, akan tetapi  pengontrolan ini dimaksudkan hanya untuk mempertahankan tekanan darahnya agar tidak meningkat (8).
Untuk pengukuran kadar gula darah responden hasilnya menunjukkan kadar gula darah normal sehingga solusi yang perlu diberikan kepada responden adalah mempertahankan kadar gula darah tersebut dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan dan makan teratur. Dianjurkan juga untuk mendapatkan dan mempertahankan berat badan ideal (9).
Di antara berbagai opsi di atas, pencegahan yang paling murah dan paling gampang di antaranya adalah olahraga. Olahraga yang paling aman, ringan, murah dan mudah adalah berlari-lari (jogging). Waktu yang paling tepat untuk berolahraga khususnya untuk mencegah diabetes adalah di pagi hari, sekitar pukul enam sampai pukul Sembilan, karena udara bumi masih tidak terlalu banyak tercampur oleh polutan (10).
Selain itu, konsumsi kopi dan teh dapat meningkatkan sensitifitas insulin. Penelitian yang dilakukan oleh Arnlov (2004) tentang konsumsi kopi pada orang sehat yang tidak menderita diabetes ternyata memperlihatkan hasil yang menemukan bahwa konsumsi kopi dan teh dapat meningkatkan sensitifitas insulin. Baik kopi maupun teh mengandung senyawa fenol yang mempunyai aktivitas antioksidan (11) .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar