(Oktavianus
Ken Manungkarjono, Yogyakarta) "Pengalaman keracunan
pertama yaitu ketika makan mie instan beberapa tahun yang lalu di asrama
Muntilan. Begitu laparnya saya sehingga tidak memperhatikan kemasan mie instan
tersebut telah rusak/kadaluwarsa. Sesaat setelah makan, badan terasa dingin,
perut mulai mual dan kepala pusing-pusing. Pada waktu itu saya belum sadar
kalau saya sedang mengalami gejala keracunan. Untunglah seorang teman saya
membuatkan segelas susu dan menyuruh saya meminumnya sampai habis. Entah
bagaimana tiba-tiba terjadi reaksi di perut saya sehingga saya muntah-muntah
dan beberapa jam kemudian kondisi badan saya sudah membaik."
Analisis:
Apapun jenis
makanannya, jika sudah kadaluwarsa tentu tidak layak untuk dikonsumsi.
Berdasarkan analisa medis, makanan basi atau kadaluwarsa dipastikan mengandung
bakteri dan jamur. Kedua jasad renik tersebut, sangat membahayakan kesehatan
manusia. Jamur akan tumbuh pada makanan yang basah atau lembab.
Jika manusia
mengkonsumsi makanan kadaluwarsa, dalam jangka pendek bisa mengalami keracunan,
karena bakteri akan menyerang saluran pencernaan. Fase ini, akan ditandai
dengan mual dan muntah - muntah. biasanya masa inkubasinya akan cepat, yaitu
satu jam. Anak - anak kecil biasa sangat sensitif jika mengkonsumsi makanan
basi. Apabila seseorang keracunan makanan kadaluwarsa seperti pengalaman di
atas, pertolongan pertama dapat dilakukan dengan meminumkan segelas susu kepada
penderita.
Salah satu manfaat susu
adalah dapat menetralisir racun seperti logam, timah dan cadmium dari bahan
makanan lain yang diserap oleh tubuh. Pasalnya susu bisa menetralisir asam.
Racun yang bersifat asam misalnya air keras bila terminum dan masuk dalam tubuh
bisa ternetralisir. Itulah sebabnya bila ada orang keracunan harus minum susu
sebanyak-banyaknya sama hal dengan santan, karena pada dasarnya larutan asam
dan basa dicampur menjadi netral. Susu dan santan adalah basa.
Tetapi bila minum obat tidak
boleh sambil minum susu. Ada obat tertentu yang memerlukan keasaman lambung.
Sementara susu yang menetralisir asam lambung bisa mengakibatkan obat tidak
pecah dan tidak bisa diserap
Pencampuran susu dan
telur tepat untuk penderita keracunan akibat mikroorganisme. Miroba penyebab
keracunan biasanya menyukai susu sebagai tempat hidup. setelah mikroorganisme
patogen ini terikat di susu, lalu dimuntahkan. Penambahan susu telur,
sebenarnya bertujuan untuk merangsang muntah sehingga racun dapat dikeluarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar