Kajian
Air
Menurut para peneliti
sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika orang selalu mandi
dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih
bugar. Ditambahkan lagi bahwa mandi dengan air dingin akan meningkatkan
produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang
terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat
meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada
wanita. Dengan demikian kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat.
Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak.
Air juga diyakini dapat
ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran
napas, usus, penyakit kewanitaan dan lain-lain. Kini malah berbagai macam
pengobatan alternatif ditawarkan dengan cara kungkum (berendam) di dalam air
mengandung magnet, kadar garam tinggi, belerang atau zat kimia lain yang bisa
meningkatkan kesehatan.
Dalam tubuh seorang
pria dengan berat rata-rata 70 kg, menurut Dr. Elvina Karyadi, MSc. ahli gizi,
kandungan air di dalam tubuhnya kira-kira 45L. (Pada wanita, kandungan airnya
sedikit lebih rendah sebab komposisi lemak tubuhnya lebih besar) Dari total
kandungan air 45L di atas, sekitar 30L terdapat dalam sel tubuh kita
(intraseluler) sedangkan 15L berada di luar sel (ektraseluler). Yang termasuk
air di luar sel adalah air dalam cairan otak, cairan mata dan hidung, termasuk
juga cairan pada saluran pencernaan.
Menurut sumber lain,
kandungan air dalam otak 83%, ginjal 82%, jantung 79%, paru-paru 80%, tulang
22% dan darah 90%. Bila kandungan air dalam masing-masing organ tersebut tetap
dipertahankan sesuai kebutuhan, maka organ tersebut akan tetap sehat.
Sebaliknya bila menurun, fungsinya juga akan menurun dan lebih mudah terganggu
oleh bakteri, virus dan lain-lain. Maka bisa dibayangkan betapa besar peran air
dalam tubuh kita.
Untunglah tubuh manusia
mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan
yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam
mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2 –
2,5L (8-10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air
dari makanan (seperti dari kuah sup, soto dan lain-lain) minuman seperti susu,
teh, kopi, sirup dan lain-lain. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari
hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam
tubuh.
Sekitar 80% tubuh
manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki
kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah
memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari
atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya.
Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air
seni, keringat, pernapasan dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar
mengkonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan
baik dan normal.
Kurang
Air Bahaya bagi Darah
Jika mengkonsumsi
kurang dari 8 gelas, efeknya secara keseluruhan memang tidak terasa. Tapi
sebagai konsekuensi, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan jalan mengambil
sumber dari komponen tubuh sendiri. Diantaranya dari darah. Kekurangan air bagi
darah amat berbahaya bagi tubuh. Sebab, darah akan menjadi kental. Akibatnya,
perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan pun bisa
terganggu.
Darah yang kental
tersebut juga akan melewati ginjal yang berfungsi sebagai filter atau alat
untuk menyaring racun dari darah. Ginjal memiliki saringan yang sangat halus,
sehingga jika harus menyaring darah yang kental maka ginjal harus kerja ekstra
keras. Bukan tidak mungkin ginjal akan rusak dan bisa saja kelak akan mengalami
cuci darah atau dalam bahasa medis biasa disebut hemodialisis.
Itu pengaruh kurang air
terhadap kerja darah dan ginjal. Lalu bagaimana dengan otak? Perjalanan darah
yang kental tersebut juga akan terhambat saat melewati otak. Padahal, sel-sel
otak paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen yang dibawa oleh darah.
Sehingga fungsi sel-sel otak tidak berjalan optimal dan bahkan bisa cepat mati.
Kondisi tersebut akan semakin memicu timbulnya stroke. Karena itu jangan sampai
kekurangan air!
Manfaat
Air Putih
Banyak orang yang tidak
mengetahui khasiat air selain untuk menghilangkan dahaga saja. Air dapat
menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara yang mudah dan murah. Berikut
10 manfaat air putih yang mungkin dapat kita jadikan acuan saat akan
mengkonsumsi minuman di luar dari air putih.
1. Memperlancar Sistem Pencernaan
Mengkonsumsi air dalam
jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan
terhindar dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit.
Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2. Membantu Memperlambat Kanker
Air putih membantu
memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu
ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3. Perawatan Kecantikan
Bila kurang minum air
putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi
kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar,
sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun,
kebersihan tubuh harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih
8 – 10 gelas sehari.
4. Untuk Kesuburan
Meningkatkan produksi
hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu
kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan
kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak.
5. Menyehatkan Jantung dan Menyembuhkan Berbagai
Penyakit
Air juga diyakini dapat
ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran
napas, usus dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan
alternatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.
6. Sebagai Obat Stroke
Air panas tak hanya
digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk
mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu
memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran
darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah,
meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah
kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran. Kandungan
ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air
panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah.
Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.
7. Efek Relaksasi
Cobalah berdiri di
bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh
terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti
dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan
dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun atau sungai dan taman
dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion
negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa
meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu
menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan
mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan
Bukan itu saja jika
mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu
sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk
merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika memiliki
shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Konon, shower di rumah juga
menghasilkan ion negatif.
8. Menguruskan Badan
Air putih juga bersifat
menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat
urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan
(sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah
makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula atau pun lemak.
Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas
dan tidak terlalu dingin. Mau kurus? Minum air putih aja.
9. Tubuh Lebih Bugar
Khasiat air tak hanya
untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan
tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari
ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi
tubuh manusia.
10. Penyeimbang Tubuh
Jumlah air yang menurun
dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah
terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam
mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa
haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan
air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per
hari.
Nah, air juga
dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan
tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang
dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar
60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang
terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter,
tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui
pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan
meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat
rendahnya kelembapan udara sekitamya.
Tubuh akan menurun
kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air
tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum
air paling sedikit satu liter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus
kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja
kita sebanyak 22 %. Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa
lemah dan lesu.
Asal tahu saja,
aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk
itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus.
Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan
sehat.
Jika berada di ruang
ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh
cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat
kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan
minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.