Sabtu, 19 Januari 2013

Susu Sebagai Penetral Racun


(Oktavianus Ken Manungkarjono, Yogyakarta) "Pengalaman keracunan pertama yaitu ketika makan mie instan beberapa tahun yang lalu di asrama Muntilan. Begitu laparnya saya sehingga tidak memperhatikan kemasan mie instan tersebut telah rusak/kadaluwarsa. Sesaat setelah makan, badan terasa dingin, perut mulai mual dan kepala pusing-pusing. Pada waktu itu saya belum sadar kalau saya sedang mengalami gejala keracunan. Untunglah seorang teman saya membuatkan segelas susu dan menyuruh saya meminumnya sampai habis. Entah bagaimana tiba-tiba terjadi reaksi di perut saya sehingga saya muntah-muntah dan beberapa jam kemudian kondisi badan saya sudah membaik."

Analisis:
Apapun jenis makanannya, jika sudah kadaluwarsa tentu tidak layak untuk dikonsumsi. Berdasarkan analisa medis, makanan basi atau kadaluwarsa dipastikan mengandung bakteri dan jamur. Kedua jasad renik tersebut, sangat membahayakan kesehatan manusia. Jamur akan tumbuh pada makanan yang basah atau lembab.
Jika manusia mengkonsumsi makanan kadaluwarsa, dalam jangka pendek bisa mengalami keracunan, karena bakteri akan menyerang saluran pencernaan. Fase ini, akan ditandai dengan mual dan muntah - muntah. biasanya masa inkubasinya akan cepat, yaitu satu jam. Anak - anak kecil biasa sangat sensitif jika mengkonsumsi makanan basi. Apabila seseorang keracunan makanan kadaluwarsa seperti pengalaman di atas, pertolongan pertama dapat dilakukan dengan meminumkan segelas susu kepada penderita.
Salah satu manfaat susu adalah dapat menetralisir racun seperti logam, timah dan cadmium dari bahan makanan lain yang diserap oleh tubuh. Pasalnya susu bisa menetralisir asam. Racun yang bersifat asam misalnya air keras bila terminum dan masuk dalam tubuh bisa ternetralisir. Itulah sebabnya bila ada orang keracunan harus minum susu sebanyak-banyaknya sama hal dengan santan, karena pada dasarnya larutan asam dan basa dicampur menjadi netral. Susu dan santan adalah basa.
Tetapi bila minum obat tidak boleh sambil minum susu. Ada obat tertentu yang memerlukan keasaman lambung. Sementara susu yang menetralisir asam lambung bisa mengakibatkan obat tidak pecah dan tidak bisa diserap
Pencampuran susu dan telur tepat untuk penderita keracunan akibat mikroorganisme. Miroba penyebab keracunan biasanya menyukai susu sebagai tempat hidup. setelah mikroorganisme patogen ini terikat di susu, lalu dimuntahkan. Penambahan susu telur, sebenarnya bertujuan untuk merangsang muntah sehingga racun dapat dikeluarkan.

PENTINGNYA AIR DALAM TUBUH


Kajian Air
Menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar. Ditambahkan lagi bahwa mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan demikian kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak.
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, penyakit kewanitaan dan lain-lain. Kini malah berbagai macam pengobatan alternatif ditawarkan dengan cara kungkum (berendam) di dalam air mengandung magnet, kadar garam tinggi, belerang atau zat kimia lain yang bisa meningkatkan kesehatan.
Dalam tubuh seorang pria dengan berat rata-rata 70 kg, menurut Dr. Elvina Karyadi, MSc. ahli gizi, kandungan air di dalam tubuhnya kira-kira 45L. (Pada wanita, kandungan airnya sedikit lebih rendah sebab komposisi lemak tubuhnya lebih besar) Dari total kandungan air 45L di atas, sekitar 30L terdapat dalam sel tubuh kita (intraseluler) sedangkan 15L berada di luar sel (ektraseluler). Yang termasuk air di luar sel adalah air dalam cairan otak, cairan mata dan hidung, termasuk juga cairan pada saluran pencernaan.
Menurut sumber lain, kandungan air dalam otak 83%, ginjal 82%, jantung 79%, paru-paru 80%, tulang 22% dan darah 90%. Bila kandungan air dalam masing-masing organ tersebut tetap dipertahankan sesuai kebutuhan, maka organ tersebut akan tetap sehat. Sebaliknya bila menurun, fungsinya juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus dan lain-lain. Maka bisa dibayangkan betapa besar peran air dalam tubuh kita.
Untunglah tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2 – 2,5L (8-10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto dan lain-lain) minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dan lain-lain. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.
Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengkonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.

Kurang Air Bahaya bagi Darah
Jika mengkonsumsi kurang dari 8 gelas, efeknya secara keseluruhan memang tidak terasa. Tapi sebagai konsekuensi, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan jalan mengambil sumber dari komponen tubuh sendiri. Diantaranya dari darah. Kekurangan air bagi darah amat berbahaya bagi tubuh. Sebab, darah akan menjadi kental. Akibatnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan pun bisa terganggu.
Darah yang kental tersebut juga akan melewati ginjal yang berfungsi sebagai filter atau alat untuk menyaring racun dari darah. Ginjal memiliki saringan yang sangat halus, sehingga jika harus menyaring darah yang kental maka ginjal harus kerja ekstra keras. Bukan tidak mungkin ginjal akan rusak dan bisa saja kelak akan mengalami cuci darah atau dalam bahasa medis biasa disebut hemodialisis.
Itu pengaruh kurang air terhadap kerja darah dan ginjal. Lalu bagaimana dengan otak? Perjalanan darah yang kental tersebut juga akan terhambat saat melewati otak. Padahal, sel-sel otak paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen yang dibawa oleh darah. Sehingga fungsi sel-sel otak tidak berjalan optimal dan bahkan bisa cepat mati. Kondisi tersebut akan semakin memicu timbulnya stroke. Karena itu jangan sampai kekurangan air!

Manfaat Air Putih
Banyak orang yang tidak mengetahui khasiat air selain untuk menghilangkan dahaga saja. Air dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara yang mudah dan murah. Berikut 10 manfaat air putih yang mungkin dapat kita jadikan acuan saat akan mengkonsumsi minuman di luar dari air putih.
1.  Memperlancar Sistem Pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindar dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2.  Membantu Memperlambat Kanker
Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3.  Perawatan Kecantikan
Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.
4.  Untuk Kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak.
5.  Menyehatkan Jantung dan Menyembuhkan Berbagai Penyakit
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan alternatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.
6.  Sebagai Obat Stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran. Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.
7.  Efek Relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika memiliki shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Konon, shower di rumah juga menghasilkan ion negatif.
8.  Menguruskan Badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula atau pun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Mau kurus? Minum air putih aja.
9.  Tubuh Lebih Bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.
10.  Penyeimbang Tubuh
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari.
Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya.
Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit satu liter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %. Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus. Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat.
Jika berada di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.

Sabtu, 08 Desember 2012

Perilaku Seksual Remaja Pranikah


          Masa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologik, perubahan psikologik, dan perubahan sosial. Masa remaja sering disebut juga sebagai masa pancaroba, masa krisis, dan masa pencarian identitas. Dalam usahanya mencari identitas diri, seorang remaja sering membantah orang tuanya karena ia mulai mempunyai pendapat-pendapat sendiri, cita-cita serta nilai-nilai sendiri yang berbeda dengan orang tuanya.
         Sebenarnya mereka belum cukup mampu untuk berdiri sendiri karena masih dalam masa peralihan. Oleh karena itu, sering mereka terjerumus ke dalam kegiatan-kegiatan yang menyimpang dari aturan atau disebut dengan kenakalan remaja. Salah satu bentuk kenakalan remaja itu adalah perilaku seksual remaja pranikah.
Pada zaman sekarang ini, perilaku remaja sangat memprihatinkan masyarakat Indonesia. Sebenarnya perilaku seksual remaja pranikah sudah ada sejak dulu. Akan tetapi, informasi tentang perilaku tersebut cenderung tidak terungkap secara luas. Sekarang kondisi masyarakat telah berubah, dengan telah makin terbukanya arus informasi, makin banyak pula penelitian atau studi yang mengungkap permasalahan perilaku seksual remaja, termasuk hubungan seksual pranikah. Berbagai kasus dan hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan pergeseran nilai-nilai tersebut.
           Apabila di Amerika anak muda berusia 15-24 tahun melakukan hubungan seksual rata-rata pada usia 15 tahun bagi laki-laki dan usia 17 tahun bagi perempuan, sedangkan di Indonesia satu dari lima anak pertama yang dilahirkan oleh wanita menikah pada usia 20-24 tahun merupakan anak hasil hubungan seksual sebelum menikah. Maraknya pemberitaan di media massa mengenai percum, kupu-kupu muda, perek kampus, dan berbagai istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seksual remaja, terutama remaja pranikah, juga menunjukkan semakin permisifnya perilaku seksual remaja. Tidak tepat dan tidak benarnya informasi mengenai seksual dan reproduksi yang mereka terima semakin membuat runyam masalah perilaku seksual remaja pranikah ini.
           Di Indonesia sendiri ada beberapa penelitian yang menggambarkan fenomena perilaku seksual remaja pranikah. Pada tahun 1989 penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi UI menunjukkan bahwa ada 61,0% anak usia 16-20 tahun pernah melakukan seksual intercouse (sanggama) dengan temannya. Dan suatu penelitian terhadap siswa SMTP di Bandung, ternyata terdapat 10,53% dari mereka pernah melakukan ciuman bibir, 5,60% pernah melakukan ciuman dalam, dan 3,86% pernah melakukan hubungan seksual.
            Penelitian lain yang dilakukan oleh sebuah majalah mingguan Ibu Kota dengan responden 100 orang pelajar dari 26 SMA di Jakarta, menunjukkan bahwa 41,0% pelajar mengaku pernah melakukan hubungan seks dengan lawan jenis. Di samping responden tadi, ada 42,0% yang pernah berciuman, 4,0% pernah meraba alat vital, dan 12,0% pernah menyenggol, memegang, meraba, membelai bagian tubuh yang peka milik lawan jenisnya. Hanya 1,0% saja yang tidak mempunyai pengalaman seks dengan lawan jenis. Walaupun masih diperdebatkan keabsahan hasil penelitian tersebut paling tidak data di atas mengingatkan kita betapa besarnya masalah perilaku seks pada remaja kita.
         Bila kita lihat kecenderungan perilaku seksual remaja pranikah berdasarkan tempat tinggal mereka, ternyata baik di desa maupun di kota perilaku tersebut juga sangat memprihatinkan. Penelitian yang dilakukan oleh Faturochman dan Soetjipto di Bali (1989) menunjukkan bahwa persentase remaja laki-laki di desa dan di kota yang telah melakukan hubungan seks masing-masing adalah 23,6% dan 33,5%. Penelitian dilakukan oleh Laboratorium Antropologi FISIP UI Hidayana dan Saefuddin, (1997) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan perilaku seksual yang cukup mencolok pada remaja desa dan remaja kota di Sumatera Utara dan di Kalimantan Selatan. Di kedua tempat penelitian itu terlihat adanya kecenderungan perilaku seksual yang permisif baik di desa maupun di kota. Masih banyak lagi hasil penelitian yang menggambarkan fenomena perilaku seksual remaja pranikah.
       Faktor-faktor yang saling terkait kondisi saat ini menyebabkan perilaku seksual remaja pranikah semakin menggejala akhir-akhir ini. Namun, banyak remaja tidak mengindahkan bahkan tidak tahu atau seolah tidak peduli terhadap dampak dari perilaku seksual mereka. Salah satu dampaknya adalah hamil yang tidak dikehendaki. Hal ini membawa remaja pada dua pilihan, melanjutkan kehamilan atau melakukan aborsi. Kemudian tertular penyakit seksual. Hal ini disebabkan sering kali remaja melakukan hubungan seks yang tidak aman seperti kebiasaan berganti-ganti pasangan dan melakukan anal seks. Dampak lainnya adalah konsekuensi psikologis. Setelah kehamilan terjadi, pihak perempuan atau tepatnya korban utama dalam masalah ini akan ditempatkan dalam posisi terpojok yang sangat dilematis.
       Dalam pandangan masyarakat, remaja putri yang hamil merupakan aib keluarga, yang secara telak mencoreng nama baik keluarga dan ia adalah si pendosa yang melanggar norma-norma sosial dan agama. Penghakiman sosial ini tidak jarang meresap dan terus tersosialisasi dalam diri remaja putri tersebut. Perasaan bingung, cemas, malu, dan bersalah yang dialami remaja setelah mengetahui kehamilannya bercampur dengan perasaan depresi, pesimis terhadap masa depan, dan kadang disertai rasa benci dan marah baik kepada diri sendiri maupun kepada pasangan, dan kepada nasib membuat kondisi sehat secara fisik, sosial, dan mental yang tidak terpenuhi. Tidak jarang juga ditemukannya kasus bunuh diri akibat tidak tahannya remaja tersebut menghadapi semua dampak yang mereka terima.
        Adanya dampak tersebut menyebabkan mereka yang semula diharapkan menjadi subjek pembangunan justru akan menjadi beban dari pembangunan itu sendiri. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan oleh perilaku seksual remaja pranikah merupakan akar masalah yang harus segera diatasi dan perlu dicegah. Melihat jumlah remaja yang cukup besar tersebut tidak menutup kemungkinan perilaku seksual remaja pranikah dan dampak yang ditimbulkannya akan menjadi salah satu masalah sosial di Indonesia yang akan semakin mewabah.

PENCEMARAN UDARA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Udara merupakan zat yang paling penting setelah air dalam memberikan kehidupan di permukaan bumi ini. Selain memberikan oksigen, udara juga berfungsi sebagai alat penghantar suara dan bunyi-bunyian, pendingin benda-benda yang panas, dan dapat menjadi media penyebaran penyakit pada manusia. Udara merupakan campuran mekanis dari bermacam-macam gas. Komposisi normal udara terdiri atas gas nitrogen 78,1%, oksigen 20,93% dan karbondioksida 0,03%, sementara selebihnya berupa gas argon, neon, krypton, xenon, dan helium. Udara juga mengandung uap air, debu, bakteri, spora, dan sisa tumbuh-tumbuhan.
Masalah pengotoran udara sudah lama menjadi masalah kesehatan pada masyarakat. Pembangunan yang berkembang pesat khususnya dalam bidang industri dan teknologi menyebabkan terjadinya perubahan komposisi udara melampaui daya dukung lingkungan, hal ini dapat berdampak negatif terhadap manusia, yaitu pencemaran udara atau polusi. Polusi atau pencemaran udara adalah masuknya komponen lain ke dalam udara, baik oleh kegiatan manusia secara langsung, tidak langsung, atau akibat proses alam sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang kondusif, setiap substansi yang bukan merupakan bagian dari komposisi udara normal disebut sebagai polutan.
Dalam batas-batas tertentu, alam mampu membersihkan udara dengan cara membentuk suatu keseimbangan ekositem yang disebut removal mechanism. Proses yang terjadi dapat berupa pergerakan udara, hujan, sinar matahari, dan fotosintesis tumbuh-tumbuhan. Pada suatu keadaan ketika pencemaran yang terjadi melebihi kemampuan alam untuk membersihkan dirinya sendiri, pencemaran itu akan membahayakan kesehatan manusia dan memberikan dampak yang luas terhadap fauna, flora, dan terhadap ekosistem yang ada.

B.  Rumusan Penulisan
1.      Apa definisi, proses, jenis  dan alat deteksi/monitor pencemaran udara?
2.      Bagaimana mekanisme terjadinya pencemaran udara?
3.      Apa saja akibat dari pencemaran udara?
4.      Bagaimana cara penanggulangan permasalahan pencemaran udara?

C. Tujuan Penulisan
a.      Tujuan umum :
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami  tentang permasalahan pencemaran udara.
b.     Tujuan Khusus :
1.      Menambah pengetahuan tentang definisi dari pencemaran udara.
2.      Mengetahui proses dan jenis pencemaran udara.
3.      Mengetahui mekanisme terjadinya pencemaran udara.
4.      Mengetahui akibat dari pencemaran udara.
5.      Mengetahui cara penanggulangan dalam masalah pencemaran udara.

D. Manfaat Penulisan
1.   Dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang definisi, proses, jenis  dan alat deteksi/monitor pencemaran udara.
2. Dapat mengetahui mekanisme terjadinya pencemaran udara, akibat, serta penanggulangannya.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Pencemaran Udara
Polusi atau pencemaran udara adalah dimasukkannya komponen lain ke dalam udara, baik oleh kegiatan manusia secara langsung atau tidak langsung maupun akibat proses alam sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkatan tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Setiap substansi yang bukan merupakan bagian dari komposisi udara disebut sebagai pollutan.
Pencemaran udara merupakan kondisi terjadinya perubahan (pengurangan atau penambahan komposisi udara) dibandingkan keadaan normal, dalam waktu, tempat dan konsentrasi tertentu sedemikian rupa sehingga membahayakan kehidupan dan kesehatan masyarakat. Pencemaran udara selain memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat juga memberikan dampak terhadap pertanian, perkebunan, peternakan, bangunan, jembatan, transportasi (udara, darat) dan sebagainya.

B.     Proses Pencemaran Udara
1.      Ekosistem dari udara
Melalui ekologi kita ketahui bahwa udara merupakan salah satu unsure dari sistem ekologi yang luas, yang merupakan salah satu kelompok unsur-unsur abiotik. Unsur abiotik (atmosfer, hidrosfer, litosfer) yang tergolong sebagai salah satu lingkungan fisik, di samping unsure tanah dan air yang kita kenal. Baik tanah, air, maupun udara dengan berbagai unsur lingkungan lain (biotis). Unsur biotik (manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, mikroorganisme) yang secara alamiah memiliki suatu interaksi yang kompleks.
2.      Pengaruh pencemaran terhadap perubahan sistem udara
Sumber-sumber pencemaran karena tangan manusia saat ini terus bertambah mulai dari pembakaran dari industri, pembakaran bahan-bahan bakar pada alat transportasi, sampai pembakaran sampah. Bahan-bahan buangan ke dalam udara akan memberikan pengaruh terhadap kelestarian, stabilitas, dan kualitas lingkungan udara, sehingga timbul fenomena efek rumah kaca (green house effects).
            Berikut ini adalah pengaruh dari green house effects:
a.   Bertambahnya kadar CO2 dalam udara. Gas CO2 mempunyai pengaruh penyerapan energy radiasi sinar matahari.
b. Pengaruh partikel-partikel terhadap keseimbangan panas permukaan ”bumi-atmosfer”.
c.       Pengaruh perubahan cuaca/iklim karena pemborosan penggunaan tenaga.
3.      Mekanisme pencemaran udara
Adanya polutan di dalam udara umumnya berasal dari aktivitas manusia dan jarang terjadi secara alamiah. Perkembangan teknologi yang pesat serta pola konsumtif yang berlebihan telah menimbulkan efek samping berupa polutan yang berpengaruh terhadap komposisi udara di atmosfer. Di lain pihak, proses-proses yang terjadi di dalam atmosfer bergantung pada jenis kontaminan. Berikut ini adalah beberapa jenis kontaminan yang ada di atmosfer:
a.      Kontaminan CO2 dan CO
CO2 sebagai absorder panas dan menghambat terrestrial radiation kepada udara. CO adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa yang dihasilkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon. Jika gas CO masuk ke dalam tubuh akan mengakibatkan berkurangnya kapasitas darah untuk menyalurkan CO2 kepada jaringan-jaringan tubuh.
b.      Senyawa-senyawa oksida nitrogen (NOx)
Senyawa-senyawa Oksida Nitrogen (NOx) dihasilkan dari pusat-pusat pembakaran (seperti pada industri, transformasi pusat-pusat pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan gas alam). Ada tiga macam bentuk NOx yang memiliki sifat berbeda, yaitu N2O (Nitrous Oxide), NO (Nitric Oxide), dan NO2 (Nitrogen Dioksida). Di udara bebas, sifat gas N2O (pollutant primer) akan lebih banyak menyerap seluruh sinar ultraviolet. Nitrous Oxide memaikan peranan penting dalam perubahan iklim di bumi. NO merupakan gas yang tidak stabil dan di udara akan teroksidasi menjadi N2O. N2O merupakan gas yang toksik bagi manusia dan pada umumnya mengganggu sistem pernapasan.
c.       Belerang Oksida (SOx)
Belerang Oksida SOx terdiri atas sulfur dioksida (SO2) dan gas sulfur trioksida (SO3). SO2 buatan berasal dari pembakaran bahan minyak bumi, gas, dan batu bara. Sedangkan SO2 alami berasal dari gunung merapi, pembusukan bahan organik oleh mikroba, dan reduksi sulfat secara biologis. Pada konsentrasi 500 ppm SO2 dapat menyebabkan kematian pada manusia, gas ini menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan kenaikan sekresi mucous. Gas SO3 bersifat sangat reaktif. Gas SO3 mudah bereaksi dengan uap air untuk membentuk asam sulfat (H2SO4), sehingga dapat menimbulkan hujan asam.
d.     Partikel. Menurut Wardhana (1995) partikel dapat berupa:
·         Aerosol, yaitu partikel yang melayang di udara;
·         Fog/kabut, yaitu aerosol yang berupa butiran air yang berada di udara;
·  Smoke/asap, yaitu aerosol campuran antara butir padatan dan cairan yang melayang di udara;
·    Dust/debu, yaitu aerosol butir padatan terhambur di udara karena hembusan angin;
·          Mist/kabut, yaitu butiran-butiran zat cair yang terhambur di udara;
·         Fume, yaitu aerosol berasal dari kondensasi uap logam biasanya dari pengecoran dan peleburan logam;
·         Plume, yaitu asap suatu industri;
·         Smog, yaitu campuran antara smoke dan fog.
4.      Jenis pencemaran udara dan akibatnya
Pertumbuhan penduduk yang pesat meningkatkan semua keperluan hidup. Keperluan hidup itu terus berkembang berkat adanya kemajuan-kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi ini selain memberi kemudahan dan kenikmatan ternyata juga meninggalkan sejumlah masalah. Salah satu masalah yang dihadapi oleh manusia akibat kemajuan teknologi adalah pencemaran. Pengertian dari pencemaran ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan suatu lingkungan. Peristiwa pencemaran ini mempunyai tiga hal pokok, yaitu:
            1)      Lingkungan yang terkena pencemaran adalah lingkungan hidup;
            2)     Yang terkena dampak,  makhluk yang penghuninya di dalam lingkungan tersebut;
            3)      “bahan berbahaya” yang disebabkan oleh makhluk hidup (manusia).
Pada saat ini polusi telah menimbulkan kekhawatiran bagi manusia, terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di kota-kota besar dan di kawasan industri. Menurut para ahli meteoreologi mengatakan bahwa “ polusi udara tidak hanya meliputi kota-kota besar saja, tetapi juga telah meliputi keseluruhan atmosfer bumi”.

C.    Jenis Pencemaran Udara
Berdasarkan sumbernya, pencemaran udara dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Aktivitas manusia.
a      .      Berasal dari industri dan pertambangan (bahan kimia, minyak bumi, pengolahan tambang).
b          .      Berasal dari kendaraan bermotor (gas CO, CO2, NO, karbon, hidrokarbon).
c          .       Oleh ekses dari pembangunan.
d         .     Berasal dari pembakaran segala bahan-bahan buangan (sampah dan lain-lain).
2.      Dari faktor alam (kebakaran hutan).

Berdasarkan pengelompokannya, pencemaran udara dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Gas/uap (NO, CO, SO2, hidrokarbon, hidrogen, ammonia, dan lain-lain).
2.      Partikel (aerosol, debu, fume, droplet, abu, logam).

Berdasarkan partikelnya, pencemaran udara dibagi empat, yaitu:
1.      Debu yang mengakibatkan fibrosis si dalam paru-paru (debu silica).
2.      Debu-debu karbon.
3.      Debu-debu yang menimbulkan alergi (debu, kayu, debu organik).
4.      Debu-debu yang menimbulkan iritan (asam-asam, alkali fluoride, dan kromat).

D.    Akibat Pencemaran Udara
Berikut ini adalah akibat yang ditimbulkan dari pencemaran udara:
1.      Menurut fisiologisnya. Pencemaran udara dapat menimbulkan keradangan terhadap permukaan mukosa saluran pernapasan.
2.      Terhadap lingkungan. Pencemaran udara berpengaruh terhadap benda-benda mati:
            a)      Bahan logam mengalami perkaratan dan penyusutan berat (SO2, asam berupa gas);
            b)     Bahan bangunan mengalami perubahan warna dan pucat (SO2);
            c)      Lukisan/gambar menjadi pudar, perubahan warna (SO2, H2S, partikelnya);
            d)     Tekstil mudah rapuh (SO2, dan acis gases);
            e)      Kulit, permukaan bertepung mudak lunak/nyoyot, (SO2, dan acid gases);
            f)       Pada bahan karet mudah pecah-pecah dan lunak (oksidan).
3.      Terhadap masyarakat. Pencemaran udara di masyarakat dapat berupa gas/uap dan juga partikel-partikel/debu. Pencemaran udara yang berupa gas dapat menyebabkan infeksi pernapasan akut, bronchitis kronik, bronchial asthma, dan kanker paru. Pencemaran udara dari bahan partikel dapat menyebabkan pharyngitis, pneumoconiosis, alergi, iritan, dan lain-lain.

E.     Penanggulangan Pencemaran Udara
Pokok Penanggulangan
Pada prinsipnya pencemaran udara dapat ditempuh menjadi empat pokok penanggulangan yang masing-masing bersifat sebagai suatu pendekatan.
1.     Pendekatan teknologi. Pendekatan teknologi  ditujukan kepada faktor sumber emisi beserta segala sesuatu yang menjalin sebagai subsistem. Berikut ini adalah tindakan pendekatan teknologi.
a)      Mengembangkan jalan bay pass pada kendaraan umum maupun pengembangan sarana jalan yang lain.
b)    Mengharuskan industri besar melakukan “in plant treatment” sebelum water effluent maupun industrial waste product.
c) Melengkapi industri-industri yang menghasilkan asap/debu dengan dust exhauster, agar debu tidak terlalu banyak bertebaran di udara atau lingkungan terbuka dan tersebar di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, perlu pengembangan industrial hygiene and safety secara multiinstantional.
Langkah dan tindakan dengan pendekatan teknologi merupakan pengendalian pencemaran melalui perubahan proses dalam subsistem sumber emisi dan pengendalian sumber emisi melalui cara-cara pembuangan kontaminan.
2.      Pendekatan planologis. Pendekatan planologis merupakan suatu tindakan agar kita tetap sadar terhadap permasalahan yang diakibatkan oleh jumlah pembangunan yang overload. Pendekatan planologis ditujukan pada penataan lingkungan fisik agar secara timbal balik dapat diperkirakan menimpa reseptor. Adanya pendekatan secara planologis diharapkan akan tercipta suatu lingkungan hidup (perkotaan) yang mampu menjamin rasa aman, keindahan, maupun persyaratan hidup higienis dan sosial yang lebih baik. Beberapa pokok langkah planologis yang perlu memperoleh perhatian dalam perencanaan di antaranya adalah melokalisasi daerah sumber emisi dengan cara menerapan pencatatan daerah kota dalam berbagai zonifikasi dengan layout masing-masing peranan dari zonafikasi tersebut. Pada umunya kita dapat membagi daerah kota dalam empat zonafikasi. (a) daerah non industri, (b) daerah industri, (c) zona pusat-pusat pemerintahan kota dan tempat-tempat pergudangan/perbengkelan, (d) zona bagi intercity transport.
3.  Pendekatan administratif. Pendekatan administratif yang digunakan meliputi seluruh penerapan produk-produk hukum yang sesuai, tata kerja aparatur pemerintah. Pendekatan yang akan mengikat semua pihak mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku karena merupakan ketentuan hukum (law enforcement).
4. Pendekatan edukatif. Pendekatan edukatif merupakan tindakan yang melibatkan masyarakat untuk berpatisipasi dalam membina dan memelihara kebersihan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya dan menghindari pendirian industri yang bertentangan dengan hinder-ordonansi. Pendekatan edukatif dilakukan dan diperkembangkan untuk membina serta memberikan penerangan kepada masyarakat dengan memotivasi maupun membangkitkan kesadaran masyarakat untuk ikut memelihara kelestarian lingkungan hidup.

F.      Alat Deteksi/Monitor Pencemaran Udara
Untuk mengetahui tingkat pencemaran oleh suatu polutan digunakan alat yang dapat mengurangi emisi dalam pencemaran. Berikut ini adalah alat yang dapat mengurangi emisi:
1.      Absorder, alat berbentuk tabung yang mengandung reagen untuk penyerap polutan.
2.      Absorder dengan silica gel untuk sampling ozon dan hidrokarbon.
3.      Kondensor, alat ini bekerja dengan menangkap dan mengondensasi gas, sehingga dapat diketahui kandungan gas tersebut.
4.      Kolektor, alat yang bekerja dengan menyerap gas dengan jalan mengurangi tekanan di dalamnya.
5.      Sampler, untuk analisis spektrometris.

Berikut ini adalah alat yang digunakan untuk mengurangi partikel polutan:
1.      Alat sedimentasi, hasil sedimentasi dapat digunakan untuk serbuk tanaman.
a)      Ringlemann cards, cara kerja secara photometris untuk penentuan kuantitatif secara kasar dengan relief kedalaman yang berbeda-beda yang tersusun secara skaler mulai dari putih sampai berturut-turut kehitaman (tiga skala).
b)     Alat impinge, alat ini menangkap partikel berupa aerosol.
2.      Filter yang terbuat dari bahan gula, Kristal asam salisil/plastik. Filter ini digunakan bila partikel yang akan ditentukan sulit dipisahkan dari filter yang telah menyaringnya.
a)      Cyclone, alat ini digunakan untuk menangkap partikel-pertikel dengan gaya trifugal.
b)     Presipitator, alat ini bekerja secara kaloris.
c)      Presipitator elektrostatik.

Cara Analisis
Selain cara di atas, terdapat juga alat yang digunakan untuk detektor maupun untuk pengukuran kuantitas dari pencemaran di udara. Berikut ini adalah beberapa alat yang bekerja dengan analisis kimia:
1.      Emission spectrometric.
2.      Absorption spectrometric.
3.      X-ray spectrometric.
4.      Mass spectrometric.
5.      Polarografic.
6.      Alat mikroskopis khusus.
7.      Alat yang meneruskan panas.

 
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Masalah pengotoran udara sudah lama menjadi masalah kesehatan pada masyarakat. Pembangunan yang berkembang pesat khususnya dalam bidang industri dan teknologi menyebabkan terjadinya perubahan komposisi udara melampaui daya dukung lingkungan, hal ini dapat berdampak negatif terhadap manusia, yaitu pencemaran udara atau polusi.
Pencemaran udara merupakan kondisi terjadinya perubahan (pengurangan atau penambahan komposisi udara) dibandingkan keadaan normal, dalam waktu, tempat dan konsentrasi tertentu sedemikian rupa sehingga membahayakan kehidupan dan kesehatan masyarakat. Pencemaran udara selain memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat juga memberikan dampak terhadap pertanian, perkebunan, peternakan, bangunan, jembatan, transportasi (udara, darat) dan sebagainya.

B.     Saran
1.      Diharapkan bagi pihak pemerintah untuk dapat melakukan berbagai pendekatan dalam menanggulangi permasalahan pencemaran udara secara efektif dan efisien.
2.      Bagi masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi pencemaran udara dengan cara mengurangi pemakaian kendaraan bermotor, tidak membakar sesuatu di tengah keramaian penduduk, dan lain-lain.
3.      Bagi pemilik perusahaan-perusahan industri, diharapkan dapat menggunakan alat yang dapat mengurangi emisi dan partikel polutan agar tidak memperburuk pencemaran udara.


DAFTAR PUSTAKA

1.        Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.
2.        Herlina, Sri. 2011. Buku Ajar Kesehatan Lingkungan. Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin.
3.        Mubarak, Wahid Iqbal., Nurul Chayatin.2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori dan Aplikasi. Penerbit Salemba Medika. Jakarta.